Tampilkan postingan dengan label KNPB. Tampilkan semua postingan
0 comment
Selasa, 13 Januari 2015
JAYAPURA, KOMPAS.com –
Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya, AKBP Marcelis Sarimin mengeluhkan
minimnya jumlah personil organik Polres Puncak Jaya, sementara wilayah
kerja mereka membawahi dua kabupaten, tempat bercokolnya 6 kelompok
sipil bersenjata yang kerap melakukan aksi penyerangan kepada aparat dan
warga sipil.Menurut Marcelis, jumlah personil organik Polres Puncak Jaya hanya berjumlah 218 personil, termasuk yang tersebar di Polsek dan Pos Polisi di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak. “Setiap Polsek masing-masing beranggota 8 personil, sementara untuk Polsek Ilaga yang berada ibukota Kabupaten Puncak, saat ini beranggota 17 personil. Jumlah personil ini kurang memadai. Idealnya 30 personil per-Polsek,” ungkap Marcelis yang ditemui di Bandara Sentani, Jayapura, Jumat (5/12/2014). Selain terkendala jumlah personil organik, Marcelis juga mengaku kesulitan mengakses wilayah kedua kabupaten tersebut, karena sebagian besar harus dijangkau dengan transportasi udara. “Akibatnya kami sering kesulitan untuk merespon situasi darurat yang membutuhkan respon cepat,” ungkap Marcelis. Di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya, jelas Marcelis, terdapat 6 kelompok besar sipil bersenjata dan di antaranya masih sering melakukan gangguan keamanan dengan membaur dalam masyarakat. Ke-6 kelompok tersebut, masing-masing kelompok Militer Murib yang berbasis di Distrik Sinak dan Distrik Gomeh, kelompok tua pimpinan Titus Murib yang berbasis di kepala air, serta kelompok Peni Murib di Muara, yang ketiganya berada di wilayah Kabupaten Puncak. Sementara itu, di Kabupaten Puncak Jaya, bercokol kelompok Goliat Tabuni yang berbasis di Distrik Tinggineri, kelompok Puron Wenda di Pilia yang kemudian berpindah ke Pirime, Kabupaten Lanny Jaya dan sisa kelompok Timika Wonda yang masih memiliki pengikut. Dengan kerawanan yang cukup tinggi karena keberadaan kelompok sipil bersenjata ini, Marcelis mengaku sangat terbantu dengan penempatan 2 peleton Brimob BKO di Kabupaten Puncak dan 75 personil Brimob di Kabupaten Puncak Jaya. Namun pasukan ini sulit menggantikan peran personil organik setempat, karena keberadaan mereka tidak lama sehingga sulit membaur dengan masyarakat. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran pasukan BKO Brimob. Namun personil organik diperlukan untuk melaksanakan tugas kepolisian, termasuk mendeteksi dini potensi gangguan ketertiban masyarakat,” ungkap Marcelis. Marcelis berharap dukungan dari Pemerintah dan Mabes Polri untuk secepatnya membentuk Polres Kabupaten Puncak, sehingga permasalahan keamanan di wilayah tersebut dapat diminimalisir. Dalam 3 bulan terakhir, terjadi dua kali penembakan dan perampasan senjata aparat TNI-Polri. September lalu, Pratu Abraham, prajurit Yonif 751 Raider tewas ditembak sekawanan anggota kelompok sipil bersenjata di Pasar Ilaga, Kabupaten Puncak. Terakhir terjadi Rabu (3/12/2014) lalu, dua personil Brimob Detasemen A Polda Papua, Aipda Thomson Siahaan dan Bripda Aprianto Forsen Benu ditembak sekelompok sipil bersenjata di halaman Gereja Kingmi Klasis Ilaga saat membantu mempersiapkan perayaan natal. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
0 comment
Kamis, 18 September 2014
MALANESIA.com: 2 ANGGOTA AKTIVIS KNPB NABIRE DI SAMBAR OTK
Dua
anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilaya Nabire, Atas nama
Fince Gobai dan Yonas Kayame sengaja disambar oleh Orang tidak
dikenal/Orang Terlati Khusus (OTK) pada jam 09;24 wpb dekat jalan raya
auri Nabire.
Sambaran yang dilakukan oleh OTK tersebut, mencurigakan bahwa yang Menyenggol/menyambar kedua
Aktivis KNPB “Aktivis Papua Merdeka” adalah murni militer Indonesia
yang dikirim dari Jakarta Oleh Penjajah Indonesia atas nama Negara
penjajah Indonesia untuk membunuh dan memusnakan rakyat Papua barat, di
tanah Papua Barat, sesuai misi bangsa penjajah.
Sesuai
dengan informasi yang disebarkan beberapa bulan yang lalu oleh kelompok
yang tidak bertanggung jawab diatas tanah papua barat. Bahwa/bunyi sms
yang tersebar adalah: “Prabowo mengirim pasukannya yakni Bromop dalam
jumlah bersaran ke seluru tanah papua untuk membunuh dan memusnakan
orang asli papua diatas tanah papua barat, maka orang papua berhati-hati
keluar pada malam hari” begitu bunyi sms yang di sebarkan lewat
Hemphone.
Sambaran
yang dilakukan oleh Orang terlati Khusus terhadap dua aktivis KNPB
adalah murni dilakukan oleh Militer Indonesia. Sesuai misi bangsa
penjajah Indonesia diatas tanah papua barat.
Kronologi;
Dua
anggota KNPB Wilaya Nabire atas nama Fince Gobai “Perempuan” dan Yonas
Kayame “Laki-laki” hendak pulang dari SP3 setelah mengikuti duka
keluarga pada jam 06;00 wpb.
Setelah kedua Aktivis tiba Auri pada jam 09;24 wpb keduanya di sambar oleh mobil Hailuz yang tidak di ketahui dsnya dari belakan kedua korban. Setelah menyambar dari belakan mobil tersebut melaju dan hilang.
Setelah
mobil itu menyambar dari belakan, dari arah depan motor yang tidak
menggunakan No SD menabark Yonas Kayame yang sudah terjatu hingga
menglawami luka-luka, dan sementara dilarikan ke rumah sakit Umum
Sriwini Nabire.
Kejadian
tersebut Membuat kedua aktivis mengalami;, Fince Gobai Aktivis KNPB
Wilaya Nabire mengalami luka ringan pada tangan kanan dan kaki kanang.
Sedangkan Yonas Kayame menglami Luka pada Kepala, Bibir, tangan, dada,
dan kaki kiri. Yonas Sempat tidak terbangun menglami krisis dan
sementara ada di rumah sakit umun Sriwini nabire. (dego)
0 comment
Jumat, 08 Agustus 2014
0 comment
Minggu, 03 Agustus 2014

Peta Papua. Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA --
Pasukan gabungan TNI diadang oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat
melakukan pergeseran pasukan di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua
pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIT.
Pasukan gabungan itu terdiri dari anggota Kodim 1702/Jayawijaya, Yonif 756/Wi Mane Sili, Satuan Tugas Perbantuan dan Denintel yang dipimpin oleh Dan Yonif 756/Wi Mane Sili.
Saat itu, pasukan gabungan TNI sedang menuju ke Pos Kotis Lanny Jaya yang akan melaksanakan pengejaran terhadap kelompok OPM Enden Wanimbo, Rambo Wenda dan Purom Okiman Wenda di daerah itu.
Namun dihadang di Distrik Pirime oleh kelompok OPM sehingga terjadi kontak tembak yang menyebabkan dua anggota dari pasukan gabungan TNI kena tembak.
Salah satunya, mengenai anggota Yonif 756/Wi Mane Sili atas nama Pratu Rohman. Lima anggota kelompok OPM dikabarkan tewas dalam insiden itu.
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua ketika dikonfirmasi wartawan Jayapura via telepon seluler, Jumat siang membenarkan peristiwa itu.
"Memang benar ada penembakan di Lanny Jaya. Lima OPM tewas ditembak dan dua anggota kami terserempet peluru," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Christian sampaikan jika masih terjadi aksi tembak antara pasukan gabungan TNI dan anggota OPM wilayah Lanny Jaya.
Sementara itu, dalam pernyataan via telepon seluler kepada wartawan di Jayapura, Enden Wandikbo dan Porum Wenda, pimpinan OPM, membantah jika ada anak buahnya kena tembak.
Pasukan gabungan itu terdiri dari anggota Kodim 1702/Jayawijaya, Yonif 756/Wi Mane Sili, Satuan Tugas Perbantuan dan Denintel yang dipimpin oleh Dan Yonif 756/Wi Mane Sili.
Saat itu, pasukan gabungan TNI sedang menuju ke Pos Kotis Lanny Jaya yang akan melaksanakan pengejaran terhadap kelompok OPM Enden Wanimbo, Rambo Wenda dan Purom Okiman Wenda di daerah itu.
Namun dihadang di Distrik Pirime oleh kelompok OPM sehingga terjadi kontak tembak yang menyebabkan dua anggota dari pasukan gabungan TNI kena tembak.
Salah satunya, mengenai anggota Yonif 756/Wi Mane Sili atas nama Pratu Rohman. Lima anggota kelompok OPM dikabarkan tewas dalam insiden itu.
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua ketika dikonfirmasi wartawan Jayapura via telepon seluler, Jumat siang membenarkan peristiwa itu.
"Memang benar ada penembakan di Lanny Jaya. Lima OPM tewas ditembak dan dua anggota kami terserempet peluru," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Christian sampaikan jika masih terjadi aksi tembak antara pasukan gabungan TNI dan anggota OPM wilayah Lanny Jaya.
Sementara itu, dalam pernyataan via telepon seluler kepada wartawan di Jayapura, Enden Wandikbo dan Porum Wenda, pimpinan OPM, membantah jika ada anak buahnya kena tembak.
0 comment
Baku Tembak di Lanny Jaya, Lima OPM Tewas Bersimbah Darah
Dari pihak TNI, dua anggota terluka karena terserempet peluru.
“Memang benar ada penembakan di Lanny Jaya. Lima OPM tewas ditembak,” kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua.
Sedangkan dari pihak TNI, kata Christian Zebua, dua anggota terluka karena terserempet peluru.
Baku tembak terjadi tak lama setelah kasus penembakan yang menewaskan dua anggota polisi tewas di kawasan Indiwa, Kabupaten Lanny Jaya.
0 comment
OPM Kuasai Dua Kampung di Lanny Jaya
Komnas HAM Kirim Tim ke TiomJAYAPURA, TimeX
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Papua, menyatakan kelompok kriminal bersenjata yang merupakan salah satu faksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Puron Wenda telah menguasai dua kampung, yakni Kampung Pirime Balinga dan Kampung Kwiyawagi. Kedua kampung itu dijadikan markas Puron beserta sekitar 100 anak buahnya.
“Puron Wenda sebelumnya melakukan kriminalitas di Kabupaten Puncak Jaya. Mereka meninggalkan Puncak Jaya dan kini memilih bermarkas di Kabupaten Lanny Jaya,” ujar Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom seusai bertemu Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI Christian Zebua dan Kapolda Papua, Brigjen Pol Jotje Mende di Jayapura.
Untuk itu, dia meminta aparat Polri dan TNI segera menindak tegas kelompok tersebut karena meresahkan masyarakat setempat.
Dia menduga aksi kelompok bersenjata yang menembak aparat dilakukan karena dirinya tak memenuhi permintaan uang Rp 150 juta. Kelompok tersebut sering meminta uang kepada Pemkab Lanny Jaya. “Saya baru saja saya menerima pesan pendek dari mereka yang meminta uang Rp 150 juta. Mungkin mereka melakukan aksi penyerangan ini, karena saya tidak memenuhi permintaan mereka. Sedikitnya kekompok bersenjata itu telah membunuh 30 aparat,” ujar Befa.
Pada kesempatan itu, Befa juga mengatakan pascainsiden penembakan yang menewaskan dua anggota polisi di daerah Tiom, ibu kota Lanny Jaya, suasana semakin kondusif. Warga tetap menjalankan aktivitas seperti hari-hari biasa.
“Memang di Distrik Maki dan Pirime di daerah Kampung Indawa, aparat Kepolisian masih bersiaga penuh dan mengejar pelaku penembakan aparat,” katanya.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistyo Pudjo, Kamis (31/7) pagi menyatakan pihaknya terus memburu kelompok sipil bersenjata pimpinan Puron Wenda yang diduga melakukan penembakan delapan aparat keamanan pada Senin (28/7). Dua anggota polisi, Bripda Zulqifli Bonyadone dan Bripda Yoga AJ Ginuni, meninggal dunia. Sedangkan enam korban lain menderita luka, yakni Briptu Heskia, Bripda Alex Numberi, Briptu Rivaldo Mandowen, Brigpol Ronal Ohe, Bripda Maicon, dan Bripda Marinus Atatu.
“Dalam pengejaran, kami terus berkoordinasi dengan Asintel Kodam XVII Cenderawasih untuk mendapat back up dari kesatuan TNI yang terdekat,” katanya.
Komnas HAM Kirim Tim
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia perwakilan Papua di Jayapura mengirim tim ke Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, untuk menginvestigasi kasus penembakan yang terjadi di daerah itu pada Senin (28/7/2014).
”Kami sudah kirim tim ke Lanny Jaya untuk menginvestigasi kasus penembakan di daerah itu. Mereka berangkat pada Senin dan sudah kembali pada Selasa sore,” kata pejabat sementara Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey di Jayapura.
Menurut Frits, selain mengirim tim, pihaknya juga sudah menemui anggota polisi korban luka tembak yang sementara dirawat di Rumah Sakit Polri di Kotaraja, Jayapura, Selasa sore. ”Kami ketemu untuk meminta keterangan terkait situasi sebelum penembakan,” katanya.
Keterangan yang didapat dari korban polisi luka tembak dan laporan yang diperoleh dari tim yang di kirim ke Lanny Jaya, wilayah itu sebenarnya bukan wilayah konflik. ”Lanny Jaya ini sebenarnya bukan daerah konflik, tetapi rawan konflik. Jadi aparat TNI/Polri yang bertugas di sana harus ekstra waspada,” ujarnya.
Aparat keamanan, yakni TNI/Polri, jika turun ke lapangan lalu menemui masyarakat sambil membawa senjata, masyarakat setempat takut dan menghindar. Warga menganggap aparat keamanan menakut-nakutinya dengan senjata.
Sebaliknya, jika aparat tidak membawa senjata, maka mendadak terjadi penembakan yang akhirnya warga sipil dan TNI/ Pori selalu menjadi korban. ”Pola ini yang perlu diperhatikan baik,” kata Frits.
Ia menambahkan, pihaknya meminta kepada kepala daerah dan masyarakat setempat agar membantu aparat keamanan baik TNI maupun Polri di daerahnya dengan menolak kelompok bersenjata yang selalu melakukan penembakan. ”Kami minta masyarakat sipil serta kepala daerah setempat menolak aksi penembakan,” katanya. (web)
Slider
Visitors
Performance
‹
›
Leave your message
Slider
Goole Translate
GAMBAR
Racing
Travel
Cute
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Followers
Popular Posts
-
Kapolda Papua Terbilang Baru Tapi Telah Melumpuhkan Kekuatan Tpn/Opm Di Wilayah Pegunungan Tengah Papua.Masyarakat Lanny Jaya Dan Masyarak...
-
MALANESIA.com: FOTO, MIMBAR BEBAS AMP, DIKAWAL KETAT OLEH POLISI INDONESIA "MIMBAR BEBAS AMP, MENUNTUT INDONESIA SEGERAH BEBASKAN DU...
-
JAKARTA – ZONADAMAI.COM : Bentrok antar warga Kabupaten Paniai, Papua sempat memanas, bahkan terdengar tiga kali letusan senjata api. Be...
-
Sem Telenggen, Menyatakan Bahwa Penyiksaan Warga Papua Bukan dari Pihak TNI/Polri, Tapi Dari TPN/OPM Terkait bereda...
-
Sistem Noken Akan Selalu Memakan Korban Yomanak Wenda di PROMOSI DEMOKRASI DAN PERDAMAIAN - 3 jam yang lalu Penulis : *Pares L. ...
-
Ribuan warga Papua Barat menggelar demonstrasi di Papua dan Jakarta untuk menyuarakan dukungan terhadap tuntutan kemerdekaan Papua Barat...
-
Presiden SBY: Bebaskan Ayah Saya, Filep Karma! Written By Musafir Kebebasan on Jumat, 14 Maret 2014 | 19.51 Tapol Papua, Filep K...
-
Situasi kompleks Bendungan yang dijaga aparat usai bentrok antar kelompok masyarakat. masyarakat masih berjaga-jaga menggunakan senjata ...
-
Dialog Damai Jakarta - Papua Pater Neles Tebay: Isu Dialog Sudah Sampai ke Telinga Presiden Jokowi Oleh : Mikha Gobay | Senin, 12 Jan...
-
5 orang Papua Barat ditembak mati di mengamuk militer Indonesia8 Desember 2014 PERINGATAN : Posting ini berisi gambar grafis . Mes...
JAYAPURA, KOMPAS.com –
Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya, AKBP Marcelis Sarimin mengeluhkan
minimnya jumlah personil organik Polres Puncak Jaya, sementara wilayah
kerja mereka membawahi dua kabupaten, tempat bercokolnya 6 kelompok
sipil bersenjata yang kerap melakukan aksi penyerangan kepada aparat dan
warga sipil.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




